Eh... kamu lagi. Daripada bolak-balik, mending langganan aja. Biar artikelnya yang dikirim pake email.
Tenang, email kamu aman, gak bakal dipakai macam-macam.
This site looks ugly? Change your silly browser! Use Firefox!


By Dhan, 10 months and 7 days ago

Tinggal Bersama Orang Tua Sebagai Keputusan Finansial

Artikel ini ditujukan untuk para mahasiswa yang baru atau menjelang lulus kuliah dan sudah memiliki income walaupun sangat terbatas. Ada tulisan yang bagus tentang hal ini di blog Brazeen Careerist yang ditulis oleh Penelope Trunk. Banyak komentar yang menyatakan ketidak setujuannya.
Memang benar, di dunia barat, hidup bersama orang tua dapat dipandang sebagai kegagalan yang memalukan, dan ini adalah pola pikir yang sangat baik dalam mendorong kemandirian, walaupun bukannya tanpa aspek negatif, seperti lebih banyaknya orang tua yang kurang terurus dan tinggal di panti jompo. Di Indonesia sendiri kedewasaan berpikir seperti ini masih jarang, dan pada kenyataannya banyak orang tua yang justru menahan anaknya agar tidak jauh dari mereka.
Saran saya silakan baca dulu artikel tersebut. Ada banyak saran untuk memulai karir dan bisnis di sana.

Setelah membaca artikel tersebut, menurut saya ada satu hal yang belum diangkat, yaitu bahwa anda (sebagai orang yang sedang mempertimbangkan untuk kembali ke rumah) harus yakin bahwa orang tua anda tidak keberatan anda tinggal kembali bersama mereka. Bisa jadi orang tua sudah mempertimbangkan dan mendorong anda untuk hidup mandiri setelah anda selesai sekolah, jadi anda harus memperhitungkan bahwa kembalinya anda tidak menjadi beban dalam bentuk apapun untuk mereka, terutama secara finansial. Anda mungkin tidak perlu membayar sewa kepada orang tua, tapi setidaknya bantulah mereka untuk menanggung penggunaan utilities yang anda gunakan seperti listrik, telepon, dan air, mungkin juga internet. Selain itu anda mungkin dapat menanggung sendiri biaya makan atau menitipkan uang belanja makan kepada orang tua.

Pertimbangan utama saya bahwa ini bisa menjadi pilihan yang baik setelah anda lulus adalah adanya kecenderungan calon profesional muda untuk menjadi «dewasa terlalu cepat». Banyak yang terjebak dalam kebiasaan membeli yang tidak terkendali, membeli berbagai barang yang kurang diperlukan, akibatnya hutang menumpuk dan menimbulkan beban yang mungkin sulit diselesaikan sendiri. Selain itu biasanya perlu waktu beberapa bulan atau bahkan tahun sebelum karir betul-betul dapat menopang kehidupan anda sendiri. Manfaatkan waktu tinggal bersama ortu ini untuk memilih usaha atau karir yang sesuai dengan keterampilan dan bakat anda. Akan lebih mudah bila anda memiliki niat untuk sekaligus mengurus orang tua secara tulus.

Perlu diingat bahwa ini sebaiknya dipandang sebagai solusi sementara dalam mendukung «kehidupan dewasa» anda. Pertimbangkan untuk tinggal hanya beberapa tahun saja (2-5 tahun). Tinggal lebih lama dari itu mungkin akan berdampak kurang baik kepada diri anda sendiri dan orang tua anda. Terutama bila anda sudah memiliki keluarga sendiri.

Creative Commons License If you copy this article, put a link back to http://www.fundkitchen.com/
Do you like this article? Subscribe now to get more updates.

No comments

Be the first to write a comment on this post.

Write a comment

If you want to add your comment on this post, simply fill out the next form:





* Required fields

You can use these XHTML tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <code> <em> <i> <strike> <strong>.

No trackbacks

To notify a mention on this post in your blog, enable automated notification (Options > Discussion in WordPress) or specify this trackback url: http://​www.fundkitchen.com/​2007/​09/​tinggal-bersama-orang-tua-sebagai-keputusan-finansial/​trackback/